#Destinasi Wisata

6 Must-Visit Villages in Switzerland yang Bikin Kamu Serasa Masuk Negeri Dongeng

Admin Jelania
21 October 2026
6 menit baca
6 Must-Visit Villages in Switzerland yang Bikin Kamu Serasa Masuk Negeri Dongeng

Kalau selama ini Switzerland identik dengan pegunungan Alpen, danau sebening kaca, serta kereta yang melintas di tengah pemandangan dramatis, ternyata ad acara lain untuk menikmati negara ini: mengunjungi desa-desa kecilnya.

Jauh dari hiruk-pikuk kota besar, desa-desa di Switzerland menawarkan suasana yang lebih tenang–rumah kayu dengan balkon penuh bunga, padang rumput hijau, pegunungan yang menjulang, dan udara yang rasanya seperti tombol reset untuk kepala. Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Switzerland, enam desa ini layak masuk itinerary.

1.     Lauterbrunnen–Desa di Tengah Tebing dan Air Terjun

Sulit membicarakan desa cantik di Switzerland tanpa menyebut Lauterbrunnen. Desa kecil ini berada di sebuah Lembah yang dikelilingi tebing-tebing Alpen dramatis. Yang membuatnya semakin magical adalah air terjun yang mengalir dari tebing tinggi di sekitatnya. Salah satu yang paling ternekal adalah Staubbach Falls, yang jatuh dari ketinggian ratusan meter dan menjadi salah satu landmark paling ikonik di kawasan ini.

Lauterbrunnen juga bisa menjadi base yang strategis untuk menjelajahi kawasan Jungfrau. Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Wengen, Murren, atau berbagai jalur hiking di sekitarnya. Datang pagi kalau ingin menikmati suasana desa yang lebih tenang dan mendapatkan view Lembah yang lebih dramatis.

2.     iseltwald–Desa Kecil di Tepi Danau

kalau Lauterbrunnen menawarkan Lembah dan air terjun, Iseltwald punya daya tarik yang berbeda. Desa kecil di tepi Lake Brienz ini terkenal dengan suasananya yang tenang, rumah-rumah tradisional dan air danau berwarna turquoise yang cantik. Salah satu spot paling populer adalah dermaga kecil yang menjorok ke danau. Pemandangannya bahkan pernah muncul dalam drama Korea Crash Landing on You, sehingga Iseltwald semakin populer di kalangan wisatawan Asia.

Karena ukurannya kecil, Iseltwald paling enak dinikmati dengan santai. Berjalan di tepi danau, duduk menikmati pemandangan, atau sekadar berhenti untuk mengambil foto tanpa buru-buru mengejar checklist tempat wisata. Sisihkan waktu beberapa jam untuk menikmati Iseltwald. Desa ini lebih cocok untuk slow travel daripada sekadar datang, foto, lalu pergi.

3.     Kandersteg–Alpine Village yang Tenang

Buat kamu yang mencari sisi Switzerland yang lebih tenang, Kandersteg bisa jadi pilihan. Desa ini berada di Lembah yang dikelilingi pegunungan Alpen dan menjadi salah satu pintu menuju Oeschinensee–danau pegunungan dengan air berwarna biru turquoise yang terlihat seperti lukisan. Perjalanan menuju Oeschinensee sendiri merupakan salah satu highlight kawasan ini. Kamu bisa menggunakan gondola dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju area danau.

Kandersteg juga cocok untuk wisatawan yang menyukai hiking, pemandangan alam, dan aktivitas outdoor. Yang menarik, suasananya terasa lebih santai dibanding beberapa destinasi Switzerland yang sudah sangat populer. Kalau itinerary-mu memungkinkan, jangan hanya mengunjungi Kandersteg untuk Oeschinensee. Luangkan waktu untuk menjelajahi desanya juga.

4.     Wengen–Desa Tanpa Mobil di Pegunungan

Bayangkan bangun pagi, membuka jendela hotel, lalu melihat pegunungan Alpen di depan mata. Kurang lebih seperti itulah pengalaman di Wengen. Desa pegunungan ini berada di atas Lauterbrunnen Valley dan terkenal sebagai salah satu destinasi Alpine yang sangat cantik. Salah satu yang menarik dari Wengen adalah suasananya yang bebas dari lalu lintas mobil pribadi. Jalan-jalan di desa terasa lebih tenang, membuat pengalaman berjalan kaki menjadi jauh lebih menyenangkan.

Wengen juga merupakan base yang populer untuk menikmati kawasan Jungfrau dan berbagai jalur hiking. Saat musim panas, padang rumput hijau dan bunga-bunga alpine membuat pemandangannya semakin cantik. Sementara saat musim dingin, kawasan ini berubah menjadi destinasi ski yang populer. Naik kereta menuju Wengen dan nikmati perjalanan sebagai bagian dari pengalaman, bukan sekadar transportasi.

5.     Rosenlaui–Hidden Gem untuk Pecinta Alam

Kalau empat destinasi sebelumnya sudah mulai terdengar familiar, Rosenlaui mungkin akan terasa lebih seperti hidden gem. Terletak di kawasan Bernese Oberland, Rosenlaui menawarkan lanskap Alpen yang lebih liar dan natural. Pegunungan tinggi, Lembah hijau, air terjun dan hutan membuat kawasan ini terasa jauh dari keramaian.

Salah satu daya tariknya adalah Rosenlaui Glacier Gorge, sebuah ngarai alami yang terbentuk oleh aliran air dan proses glasial selama ribuan tahun. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati Switzerland tanpa terlalu banyak distraksi. Tidak ada kebutuhan untuk terus berpindah dari satu spot ke spot lain. Cukup berjalan, menikmati udara pegunungan, dan membiarkan pemandangan mengambil alih. Rosenlaui lebih cocok dimasukkan sebagai destinasi alam dalam itinerary daripada sekedar photo stop.

6.     Grindelwald–Alpine Village dengan View Spektakuler

Last but not least, Grindelwald. Desa ini mungkin salah satu yang paling populer di kawasan Jungfrau, dan alasannya cukup jelas. Grindelwald dikelilingi pegunungan spektakuler, termasuk pemandangan menuju Eiger. Desa ini juga menjadi titik awal untuk berbagai aktivitas seperti hiking, cable car, dan perjalanan menuju kawasan pegunungan di sekitarnya. Salah satu yang populer adalah Grindelwald-First, yang menawarkan aktivitas dan panorama pegunungan.

Grindelwald memiliki perpaduan yang menarik antara suasana desa alpine yang cantik dan akses mudah menuju berbagai aktraksi alam. Jadi, kalau kamu baru pertama kali mengunjungi Switzerland dan ingin memasukkan satu desa alpine yang lengkap dalam satu itinerary, Grindelwald bisa menjadi salah satu pilihan utama.

 

Masing-masing desa punya karakter yang berbeda. Lauterbrunnen dengan air terjun dan valley view, Iseltwald dengan danau yang cocok untuk slow travel, Kandersteg dengan hiking dan Oeschinensee, Wengen dengan alpine village dan mountain view, Rosenlaui dengan nature yang hidden gem, dan Grindelwald dengan iconic Apls dan bermacam-macam aktivitas. Dan kabar baiknya, beberapa des aini bisa dikombinasikan dalam satu perjalanan karena berada di kawasan yang relatif berdekatan.

Tapi ada satu hal yang sering terlupakan ketika Menyusun itinerary Switzerland: koneksi internet. Saat traveling, internet bukan Cuma untuk upload Instagram story. Kamu akan membutuhkan internet untuk membuka google maps, mengecek jadwal kereta, mencari rute hiking, menerjemahkan informasi, menghubungi hotel, sampai memastikan kamu tidak salah naik kereta ketika berpindah dari satu desa ke desa lain.

Bayangkan sedang berdiri di Tengan Lauterbrunnen, lalu ingin mencari jadwal kereta berikutnya. Atau sedang hiking di sekitar Grindelwald dan perlu mengecek rute. Atau tiba-tiba butuh untuk membuka google maps saat berpindah dari satu desa ke desa lain.

Daripada harus mencari Wi-Fi atau membeli SIM card begitu tiba di Switzerland, kamu bisa menyiapkan eSIM sebelum berangkat. Dengan eSIM, koneksi internet sudah bisa dipersiapkan sejak masih di Indonesia. Tinggal aktifkan sesuai petunjuk, dan kamu bisa menggunakan internet untuk kebutuhan traveling tanpa harus repot mengganti SIM card fisik.

Cek pilihan paket eSIM Switzerland di JELANIA.ID dan siapkan koneksi internetmu sebelum perjalananmu dimulai.

Bagikan Artikel Ini: